Friday, 12 February 2016

Season 1

Aku ada di penginapan (entah dimana). Waktu itu hujan, jadi anak- anak pada nunggu dijemput. Ada Eva, Maria, Adin, Devi, dan lain- lain (lupa~ heheheh)

Di penginapan yang luas itu banyak pembantunya berupa dengan suster- suster para gereja gitu. Tapi ini malah para wanita yang berkerudungan, bukan suster.

Adin di jemput duluan sama mamahnya, selalu saja begitu -_-

Aku nunggu di jemput, aku jalan ke gazebo dan (hujannya nggak kerasa) terus nunggu disana.

Mamahku dah datang, tapi mamahku malah masuk ke dalam -_- padahal aku nunggu di luar hujan- hujanan (hujannya nggak kerasa dan aku nggak basah) -_- akhirnya aku kembali ke dalam lagi (terpaksa)

Tempat penginapannya bagus bangetttt >_<

intine-ngene-lah

Intinya kek gitulah kalau dilihat dari depan. (itu aku mbuatnya pake paint, jadinya monoton dan membuat aku males :v)

Tapi tempatnya itu tersembunyi (seperti masuk dalam gang yang kecil :v tp dalemnya luas banget :v) Lah, btw gangnya itu terletak di pinggir jalan. Dan misalnya kalian nggak merhatiin, kalian nggak bakal tau kalau sebenarnya ada gang disana.

Oh ya, sebelum aku dijemput, Eva ngomong sama aku

“Fotonya sudah kamu copy-in belum?”

“Oh.. ya lupa.”

“Halah ahhh…” Mukanya kek kecewa gimana gitu :v

 

Season 2 

Aku lagi di rumah (tapi nggak tau rumahnya siapa, tapi aku anggep sebagai rumahku sendiri) terus aku punya adik cowok, umurnya lima tahunan lah :v Disana juga ada perempuan, kaya orang korea tapi aku bisa ngerti dia ngomong apa. (Soalnya pakai bahasa indonesia dia ngomongnya -_-)

Belum terlalu tua lah perempuannya itu,, mungkin umurnya dua puluh tahunan :v Critanya dia nggak punya mamah (sudah meninggal, tewas, mati, wafat, dll~) dan papahnya nggak tau kemana, jadi dia nginap di rumahku (padahal aku yo ra kenal siapa dia).

“Heh besok hari ibu lhoo.” Sahutku (ntah kenapa tiba- tiba aku ngomongin topik ini)

“Iya, kalian mau ngasih apa ke mamah?” Tanya perempuan itu (panggil saja dia bleh karena aku nggak tau namanya)

Adikku nyahutin “Mamah itu orang yang baik ‘kan kak?” Tanyanya ke perem- bleh maksudnya.

Keureom (Bahasa korea yang artinya ‘tentu saja’)” sambil tersenyum.

Ntah kenapa aku merasa aneh saja. Dia nggak papa waktu membahas ‘mamah’ padahal dia kan udah nggak punya mamah :v

Terus aku bangun dan aku disuruh mandi :v

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s