Go to the Sydney~

Hasil gambar untuk sydney opera

Inilah mimpiku dimalam Selasa, 10 September 2013…

Berangkat dari rumah pada malam hari, sampai di pelbuhan. Turun dari bis lalu pergi ketempat duduknya masing – masing. Beberapa menit kemudian sampailah kami di Benua Australia, kemudian menaiki Bis lagi. Setelah perjalanan yang cukup lama ahkirnya sampai di Toko pakaian yang menyediakan makanan.Setelah kenyang makan, kita berangkat lagi menuju Rumah Kayu yang pemandangannya sangat indah, disaat malam hari kami menikmati pemandangan indah yang terpancar dari Sydney opera.Kemudian kami menjadi ingin berfoto disana, tapi sayangnya kami semua tidak membawa kamera. Kami ahkirnya menaiki bis lagi untuk kembali ke pelabuhan. Saat dalam perjalanan pulang kapal kami berputar 180° ahkirnya kembali kebentuk semula. Setelah sampai di Indonesia kami pulang ke rumah masing – masing.

Setelah dari Sydney kami pergi ke Time Zone di kota Quied. Saat tiba di Time Zone ternyata malah tutup ( mesin gamenya tidak menyala semua,seperti mati lampu *Untung saat siang hari*) tetapi pintu Time Zonenya terbuka.Jadi kami bisa masuk kedalam Time Zone dengan mudah, Time Zonenya kecil sekali dan seperti jarang dibuka(Bangkrut). Disana kami bermain mandi bola, tetapi bolanya nggak ada, cuma ada baknya saja (Tempatnya). Ternyata bolanya dipindah di dalam karung.K Kami pun memindahkannya dan kami bermain bola,Kemudian aku menemukan kolam biskuit. Isinya biskuit dan aneka snack (makanan ringan). Ada juga wafer yang masih dubungkus dengan plastik, setelah mencicipi makanan ringan tersebut ternyata rasanya sangat aneh. Setelah puas bermain, tiba – tiba datanglah bapak – bapak dan keluarganya ke sini, karena tak tahan dengan asap rokok ahkirnya kami keluar dari Time Zone tersebut. Ternyata saat diluar saku yang lewat disamping kanan Time Zone dangan menggunakan motor, lalu aku juga bertemu Celly dan 1 anak cewek kelas 7 yang sepertinya ia beragama islam dengan kulit hitam dikuncir kuda yang menaiki sepeda. Setelah pengalaman itu aku dolan ke rumah lilian.

Dirumah Lilian,aku cuma sebentar disana. Lalu aku pergi dengan Lilian ke Kuil yang berada di puncak gunung dengan menggunakan motor. Aku sangat takut saat jalannya naik yang curam diGunung Dewa, Takut sekali kalau tak bisa menaiki jalan yang sangat curam tersebut. Setelah naik – naik gunung ahkirnya kami sampai juga dikuil raksasa yang menurutkku itu menyeramkan karena lokasinya berada di pinggir jurang. Karena hp Lilian tertinggal di motor,Ia pun kembali ke motor dan aku melanjudkan perjalanan ke kuil. Dikuil tersebut terdapat 1 guci besar yang berisi lahar (sepertinya) dan 6 guci besar disekelilingnya yang berisi lahar atau magma dan bola raksasa, bola itu kadang loncat keluar dari guci dan masuk lagi kedalam guci. Ternyata kuil itu adalah tempat wisata dan pintu masuknya sangat rendah, maka harus jongkok untuk masuk ke Kuil. Di sana cuma ada beberapa orang, yang aku herankan kenapa ada rumah didekat 7 guci raksasa tersebut (?). Dan pintu belakang kuil itu ada tanah di bagian bawah ketika kita membukanya, padahal tadi itu adalah jurang yang sangat dalam. Didalam pintu itu ada hutan lebat yang sangat indah dan aku ingin sekali tinggal dihutan tersebut, banyak sekali sungai yang masih bersih dan segar.

Tapi sayangnya mimpi terbagus ini buyar setelah dibangunkan mamaku jam 06.15 a.m. 

Selasa, 10 September 2013

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s