The Forest 

When her twin sister disappears in Japan, a young American named Sara (Natalie Dormer) becomes determined to find out what happened to her. Sara’s investigation leads her to the legendary Aokigahara Forest, located at the base of Mount Fuji. Accompanied by expatriate Aiden, she enters the mysterious wilderness after being warned to “stay on the path.” Her investigation plunges her into a dark world where the angry and tormented souls of the dead prey on those who dare to explore the forest.

Heyyy What’s up?? Oraenmanida!! (sebenernya aku pengen nge-post pakai B. Inggris sih :v tapi kadang bingung sama penggunaan tenses-nya :v) Jadinya~~ Yah begini deh..

Akhirnya aku nge-post lagi setelah sekian lama huhuhu… dibalap sama Geraid yang hampir aplot setiap hari (habisnya aku nggak tau apa yang harus aku aplot sih :v).

Yakk langsung aja :v jadi pada kesempatan kali ini (mumpung pada bahas film, aku juga ikut- ikutan bahas) aku akan membahas film “The Forest” jeng jengg…

Film ini directed by Jason Zada, dan written by Ben Ketai, Nick Antosca, dan Sarah Cornwell. Film ini release pada 8 Januari 2016 (wah, udah lama yaa~). Padahal ceritanya dibuat pada tahun 2014, shooting-nya tahun 2015 :v

Aku lagi pengen- pengennya bahas film Horror (sebenernya aku pengen cerita ke temen- temenku tentang film ini :v tapi mereka pada nggak suka film horror ._. jadinya nggak bisa bahas deh~). 

Cast :

  • Natalie Dormer (Sara Price & Jess Price)
  • Taylor Kinney (Aiden)
  • Eoin Macken (Rob)
  • Stephanie Vogt (Valerie)
  • Yukiyoshi Ozawa (Michi)
  • Rina Takasaki (Hoshiko)
  • Noriko Sakura (Mayumi)
  • Youho Yamashita (Sakura)
  • James Owen (Peter)

Sinopsisnya kek gini (atau lebih tepatnya disebut dengan Ringkasan :v) :

Jadi ada cewek, namanya Sara Price (Orang Amerika) mendapat telepon dari polisi Jepang yang mengatakan bahwa saudara kembarnya, Jess sudah meninggal karena pergi ke hutan Aokigahara (btw hutan Aokigahara itu tempat yang terkenal untuk bunuh diri). Karena mendengar kabar itu, Sara pergi ke Jepang untuk menemui saudara kembarnya (dia yakin kalau kembarannya belum mati, soalnya kembar identik :v). 

Sampai di hotel (ini udah di hutan Aokigahara) Sara bertemu dengan reporter yang bernama Aiden dan ngobrol- ngobrol. Nah, Aiden itu memutuskan untuk membantu Sara mencari kembarannya, Jess di hutan itu bersama dengan Michi (guide tour temennya Aiden). 

Besoknya, mereka pergi ke dalam hutan bersama- sama dan mencari keberadaan Jess (sebelum masuk ke hutan, ada guide yang ngomong “stay in the path” maksudnya kamu hari tetap berada di jalan utama, kalau nggak Yurei bakal ngehantuin kamu dan membuatmu bunuh diri). Hari menjadi petang ketika mereka menemukan kemah Jess (tapi Jessnya nggak ada), lha terus Michi itu nyaranin untuk pulang Sara nggak mau dan pengen nunggu Jess di kemahnya itu. Aiden nemenin Sara karena dia kasian.

 The Yurei~ 

Pas malemnya, mereka kan pada tidur. Sara mimpi buruk terus dia bangun dan keluar dari kemahnya. Dia bertemu dengan gadis SMP Jepang bernama Hoshiko, Hoshiko bilang kalau dia kenal Jess dan Hoshiko bakal nganter Sara ketemu Jess. Tapi Hoshiko lari waktu Aiden bangun, Sara ngejar tapi nggak ketemu.

Entah kenapa semakin lama di hutan itu, Sara mengalami berbagai macam hal aneh. Dia mendapat halusinasi, tentang keluarganya dulu yang dibunuh, tentang Aiden yang disangkanya kenal dengan Jess, tentang jalan yang ia lalui. Dia curiga banget sama Aiden dan menyita hpnya Aiden, dilihat- lihat ternyata ada fotonya Jess di hpnya. Sara lari dan jatuh di lubang. Di lubang itu dia ketemu lagi sama Hoshiko, Hoshiko menyuruhnya untuk mengikutinya untuk menemui Jess. Setelah diikuti, ternyata gua itu buntu dan berakhir dengan Hoshiko berdiri menghadapnya dengan wajah mengerikan (Hoshiko adalah salah satu Yurei).

Sara berteriak- teriak dan entah kenapa Aiden mendengarnya dan menolongnya. Mereka menemukan sebuah gubuk di sana. Untuk mengatasi kecurigaan Sara, Aiden memberikan pisaunya pada Sara. Gubuk itu sangat aneh dan mencurigakan. Sara menemukan pintu dan mendengar suara Jess dari balik situ, mucullah kertas dan bolpen dari bawah pintu itu yang tertuliskan ‘Apakah Aiden ada disitu?’. Sara jawab ‘Iya’. Terus ntah kenapa di kertas itu tertulis untuk menyuruh Sara ngambil kunci dari Aiden (kuncinya untuk buka pintu itu). Menggunakan pisau yang Aiden berikan untuknya, Sara mengancam Aiden. Aiden mengelak dan melawan, dan karena dia melawan.. Sara reflek menusuknya dengan pisau.

Nah dah dapet kuncinya tuh, Sara m’buka pintunya dan yang didapati Sara bukan Jess, melainkan gambaran dari rumah lamanya (kejadian waktu dia dan Jess dan granny mereka menemukan orang tua mereka terbunuh). Sara lari.

(dilain waktu) Jess berlari juga, dia berlari terus menerus sampai melihat cahaya dari depan. Dia bertemu dengan Michi, dia selamat. Sementara Sara… dia mengalami halusinasi terus menerus sampai dia nggak sadar waktu dia buka pintu di gubuk itu, dia memotong urat nadinya sendiri.

Yapp~ begitulah~~~

Omong- omong kalian mungkin bertanya- tanya, “Itu shooting-nya langsung di hutan Aokigahara?”. Yah sebenernya shooting film ini nggak langsung di hutan Aokigahara karena nggak diperbolehkan sama pemerintah setempat. Jadi mereka shooting di hutan deket Gunung Tara di Serbia. dan… karena cuaca buruk di Serbia yang mengganggu, mereka shooting di dalam gudang terlebih dahulu~ (source : Wikipedia)

Aku pertama kali dapet film ini dari temen kelasku (dialah sumbernya film- film XD), dan aku memintanya untuk ‘spoil’ duluan :v (curang nih). Mungkin kalian akan bertanya, “Kenapa kok minta di spoiler i? Mending nonton sendiri biar seru kan?”. Aku sih, tipe orang yang suka lihat synopsis dulu dari pada isinya :v kalau sinopsisnya bagus ‘kan enak nontonnya (nggak juga sih :v). Begitulah~ dia ngomong jalan ceritanya dan ending-nya, itu membuatku penasaran dan niat untuk nonton (biasanya nggak niat T.T).

Btw aku jadi pengen nonton film horror lagi. Minnasan, kalian kalau nonton film horror lebih suka sendirian atau nonton bareng orang banyak? Kalau aku sih lebih suka bareng- bareng :v Seru ‘kan kalau waktu adegan hantunya muncul dan ngagetin, bisa teriak bareng- bareng dan suasananya nggak terlalu mencekram.

Tapi… kalau nonton sendiri… -_-^^ Nggak seru banget!~ Doushite? Karena :

  1. Soundnya aku mati’in karena efek suaranya bikin takut
  2. Ketika adegannya udah mulai mengerikan langsung aku skip
  3. Jalan ceritanya jadi nggak karuan karena keseringan aku skip
  4. Takut takut sendiri
  5. Jadi penakut
  6. Pada akhirnya jadi males nonton dan akhirnya batal nonton -_-

Sebenernya film ini aku juga nontonnya bareng- bareng. Dengan adikku (dia takut banget sampai hamper setiap scene dia nutup mata dan telinganya) dan temennya adikku (berani banget dia, sampai waktu aku mau nge-skip adegan nggak dibolehin sama dia.. padahal aku takut ._.).

Begitulah~ Sampai Jumpa (karena bahuku udah pada pegel ngetik beginian :’v wkwk)
Bai- bai :3

Advertisements

17 thoughts on “The Forest 

  1. Aku nggak terlalu suka nonton film horor sih. Bukannya takut, tapi rata-rata film horor di IMDb ratingnya kecil2, jadi males nontonnya.

    Ini film kayaknya ceritanya unik, dan kalau baca dry ringkasannya kayaknya nggak terlalu serem juga.
    Penasaran pengen nonton filmnya. ☺

    Like

  2. Saya juga suka sama film ini. Aura hutan Aokigaharanya kerasa, kebayang kalo ngemah disana sendirian.

    Btw, nonton film horor sendirian dong. Malam-malam dengan lampu dimatikan 😁

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s