Ultah sang Pancasila ☺️

Pancasila

(Karya : Elizabeth Fervent)

Ingatkah kalian pada dasar Negara kita?
Ingatkah kalian pada Ideologi kita?
Pancasila…
Nama itu tidak terdegar asing di telinga kita
Namun…
Masihkah kita mengamalkannya?
Atau sudah membuangnya jauh-jauh?
Hai, para penerus bangsa
Apa yang kalian lakukan saat ini?
Orang-orang mulai berjalan terus menerus
Terbawa arus perkembangan jaman
Melupakan apa yang telah terjadi
Bangsa kita mungkin akan semakin hancur
Pemberontak di sana sini
Mereka berteriak-teriak untuk mengganti ideologi
Melengserkan Pancasila
Hai, para penerus bangsa
Kalian juga ingin membunuh Pancasila?
Geraman radikal sudah menyayat sayap sang garuda
Pancasila kita sedang sekarat
Terjatuh ke dalam jurang yang gelap gulita
Dengan sayap yang terluka
Oh.. lihatlah dahulu
Mereka semua bersorak gembira karena kelahirannya
Namun sekarang.. hanya menjadi bagian jadi masa lampau
Kejayaannya sudah selesai
Selesai di tangan orang-orang yang dulunya menderita
‘Ingatkah kalian pada jasaku?’
‘Ingatkah kalian pada bantuanku dahulu?’
‘Kalian meracuniku dengan bisa yang kuat’
‘Kalian menyayat sayapku hingga tak bisa ku gerakkan’
‘Kalian menusuk mataku dengan pisau belati’
‘Kemudian setelah semua.. kalian membuangku’
Hai, para penerus bangsa
Pancasila kita sedang sekarat
Menderita di dalam jurang yang gelap
Tak ada secercah cahaya yang akan menolongnya
Dan perlahan-lahan…
Dia hanya meninggalkan sebuah nama


garuda

Sumber : Google

Puisinya nyedihin banget ga guys? Aku waktu ngetik itu rasanya pengen nangis :’v Pancasila yang malang.. tinggal menunggu waktu.. eh wait.. Noo!! Jangan terjadi. Semoga Pancasila lekas sembuh, dan orang-orang yang ingin membunuhnya segera sadar. Huaaa (;_; )( ;_;)

Kali ini aku bakalan bahas tentang pelajaran PKn sekaligus sejarahh~~ (*Gomen minasan, aku nggak bisa reply comment atau comment ke post kalian ‘-‘ karena aku nge-upload ini lewat warnet ._. jadi.. aku nggak bisa lama-lama di sini ‘-‘ apalagi besok test-nya physics =_=).

Hari ini adalah tanggal 1 Juni 2017, Kamis. Hari ini biasa di peringati sebagai hari Kesaktian Pancasila (hari di mana Pancasila menjadi sakti dan menghabisi nyawa para pemberontaknya #Plakk) atau bisa kita sebut sebagai ulang tahun Pancasila yang ke-72. Wahh sudah tua yaa :v tapi nggak papa, walau sudah tua Pancasila masih sakti dan sehat sentosa.

Oke.. kembali ke pelajaran PKn dan Sejarah waktu masa-masa sekolah :v (di sini aku bakalan ngingetin yang lupa, dan memberi tahu yang belum tahu :v)

Masih ingat dengan BPUPKI? (Yang masih sekolah pasti ingat betul?) Yap. Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, atau dalam bahasa Jepang disebut sebagai Dokuritsu Junbi Cosakai (どくりつ.じゅんび.こさかい)–dan setauku, junbi bila diterjemahkan artinya adalah persiapan.

Sidang-BPUPKI-1-Maret-1945

Sumber : Google

BPUPKI melakukan sidang pertama pada tanggal 29 Mei–1Juni 1945 (tepat 72 tahun yang lalu).

Sidang pertama ini membicarakan mengenai rumusan dasar negara. Tokoh-tokoh yang mengusulkan rumusan dasar negara tersebut antara lain adalah Mr. Muh.Yamin, Prof. Dr.Supomo, dan Ir. Soekarno.

Mr. Muh.Yamin mengajukan 5 asas dasar negara (29 Mei 1945), yaitu :

  1. Peri kebangsaan
  2. Peri kemanusiaan
  3. Peri ketuhanan
  4. Peri kerakyatan
  5. Kesejahteraan rakyat

Prof. Dr. Supomo mengajukan dasar negara Indonesia merdeka (31 Mei 1945), yaitu :

  1. Persatuan
  2. Kekeluargaan
  3. Keseimbangan lahir dan batin
  4. Musyawarah
  5. Keadilan sosial

Kemudian pada tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno mengemukakan pidatonya yang kemudian dikenal sebagai lahirnya Pancasila.

Keistimewaan pidato Ir. Soekarno ini selain berisi pandangan mengenai dasar negara Indonesia merdeka, juga berisi usulan mengenai nama bagi dasar negara, yaitu Pancasila, Trisila, atau Ekasila, kemudian sidang memilih nama Pancasila sebagai dasar negara. (*Ayo jujur.. siapa yang baru tau asal mulanya nama dasar negara kita T^T)

Lima dasar negara yang diajukan Ir. Soekarno adalah sbb :

  1. Kebangsaan Indonesia
  2. Internasionalisme atau Peri kemanusiaan
  3. Mufakat atau Demokrasi
  4. Kesejahteraan sosial
  5. Ketuhanan Yang Maha Esa

Sidang pertama BPUPKI ini berakhir pada tanggal 1 Juni 1945, tetapi belum menghasilkan keputusan akhir mengenai dasar negara Indonesia merdeka (*lohh.. belum menghasilkan keputusan akhir kok malah tanggal ini yang diperingati sebagai ulang tahunnya Pancasila??).

Akhirnya diadakan masa reses selama satu bulan. Selanjutnya BPUPKI pada tanggal 22 Juni 2945 membentuk panitia kecil dengan tugas membahas usul dan konsep para anggota mengenai dasar negara Indonesia.

Panitia kecil ini beranggotakan 9 orang. Oleh karena itu, panitian ini disebut juga dengan ‘panitia sembilan’. Panitia Sembilan ini beranggotakan Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Mr. Muh.Yamin, Mr. Ahmad Subarjo, Mr. A.A. Maramis, Abdul Kahar Muzakir, Wahid Hasyim, H. Agus Salim, dan Abikusno Cokrosuyoso.

Panitia Sembilan ini menghasilkan dokumen yang berisi asas dan tujuan negara Indonesia merdeka. Dokumen tersebut dikenal sebagai Piagam Jakarta (Jakarta Charter), yang isinya sbb :

  1. Ketuhanan dengan mewajibkan menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
  2. Dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Persatuan Indonesia.
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
  5. Mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
isi piagam jakarta

Sumber : Google

Eittss… tidak sampai disitu saja ceritanya.. Masih ada lagi~ Masih jauh perjalanannya :v

Tepat sehari setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, maka pada tanggal 18 Agustus 1945, dilakukanlah sidang PPKI–(*Masih ingat dengan PPKI?) Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau Dokuritsu Junbi Inkai (どくりつ.じゅんび.いんかい) –yang pertama sekaligus melakukan pengesahan UUD 1945 di mana istilah ‘Mukaddimah’ diubah menjadi ‘Pembukaan’. Kemudian, sila pertama yang berisi mewajibkan menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya, diganti menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa.

Perubahan itu sendiri dilakukan karena hal itu merupakan usulan dari masyarakat di Indonesia Timur agar menghilangkan 7 kata dalam Piagam Jakarta yaitu “..dengan mewajibkan menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya…”

Usulan tersebut disampaikan sebagai masukan sebelum sidang, disampaikan oleh seorang opsir Jepang yang bertugas di Indonesia Timur, bernama Nishijama.

Pada saat itu, sang opsir Nishijama memberitahukan bahwa wakil-wakil dari pemuka agama Protestan dan Katolik, sangat keberatan terhadap bagian kalimat dalam Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi, “Ketuhanan dengan mewajibkan menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.

Mereka mengakui bahwa bagian kalimat itu tidak mengikat mereka, dan hanya menyangkut rakyat yang beragama Islam. Dengan tercantumnya ketetapan seperti itu di dalam suatu dasar yang menjadi pokok UUD 1945, berarti mengadakan diskriminasi terhadap golongan minoritas. Jika diskriminasi itu ditetapkan juga, mereka lebih suka berdiri di luar Republik Indonesia. (*Ohh tidakk!!)

Meskipun menurut Moh. Hatta itu bukanlah suatu diskriminasi sebab penetapannya hanya berlaku untuk rakyat yang beragama Islam, namun karena rumusannya menjadi bagian dari UUD 1945 yang menjadi konstitusi dasar negara Republik Indonesia, maka sudah selayaknya juga sila pertama di ubah sedikit isinya demi menghindari kesan diskriminasi terhadap agama minoritas di Indonesia pada saat itu.

Oleh karena itulah, Moh. Hatta pun mengajak Ki Bagus Hadikusumo, Wahid Hasyim, Mr. Kasma Singodimedjo dan Mr. Teuku Mohammad Hasan untuk membicarakan hal yang cukup serius ini. Karena mereka tidak ingin ada perpecahan dalam suatu bangsa di mana jika hal itu terjadi maka hanya akan membahayakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, akhirnya mereka pun bermusyawarah untuk mufakat dan akhirnya mengubah isi sila pertama dari Piagam Jakarta.

Perubahan itu pun dilakukan hanya dalam waktu singkat yaitu sekitar 15 menit saja. Hal itu juga menjadi suatu tanda bahwa pada saat itu, para tokoh-tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia tersebut benar-benar mementingkan nasib dan persatuan bangsa Indonesia.



Nah loh! ‘…pada saat itu, para tokoh-tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia tersebut benar-benar mementingkan nasib dan persatuan bangsa Indonesia.Jadi.. untuk para orang yang racist, tolong berhenti. Para tokoh-tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia aja benar-benar mementingkan persatuan lho.. masa kalian (*Para orang racist, yang nggak racist jangan tersinggung ._.) tidak mau meneladani tokoh-tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia?? Sadar lah.. kita ini satu, satu Bangsa yaitu Bangsa Indonesia. Inget sumpah pemuda nggak? Nah itu.. jadi tolong berhenti racist dan membeda-bedakan. Stop diskriminasi :v


Kembali ke cerita.

Akhirnya rumusan hasil sidang PPKI yang pertama pun bisa kita lihat sampai sekarang dalam pembukaan UUD 1945 dan Pancasila, yaitu :

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Persatuan Indonesia.
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Berdasarkan uraian di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa sila pertama pada Piagam Jakarta diubah dengan alasan nasionalisme. Sebab negara Indonesia adalah negara yang berdasarkan Pancasila dan akan menyatukan seluruh keragaman perbedaan terutama perbedaan agama dalam satu kesatuan Pancasila.


Pesanku sih.. cuma, tolong bantu aku menyadarkan pada radikalisme yang ingin membunuh Pancasila dengan Ideologi lain. Tolong bantuannya ya teman-teman semua. Aku tidak ingin Pancasila mati. Aku tidak ingin dasar negara kita runtuh.. karena begitu dasar negara kita runtuh… Negara kita juga bakalan runtuh.

toleransi 2

Sumber : Google

Aku yakin yang baca post ini semuanya nggak ingin Pancasila mati 🙂 Soo.. Mari kita jaga Pancasila kita kawan. Mari kita jaga dasar negara kita 🙂 jangan biarkan runtuh begitu saja.

#Semangat45!!

Haha… oke deh gitu dulu aku ngomong panjang lebar :v (sebenernya sejarahnya aku nyontek dari buku pelajaran sejarahku :v dan sebagian dari internet.. hahaha :v).

Karena besok aku test fisika.. jadi, selamat tinggal–untuk sementara–blogku tersayang :’v

Ps : Jangan tinggalkan blog ini ya, teman-teman bloggerku terkasih :’) aku masih nge-post kok kalau ada wifi nyasar. Huaa.. aku nggak tega blog ini menjadi sepi dan akhirnya mati ._. Jadi aku minta tolong untuk semuanya.. jangan tinggalkan blog ini ._. masih aktif kok :’v hanya tinggal menunggu waktu–waktu aku dibelikan hp baru, atau waktu aku dibelikan wifi.
Maaf banget nggak bisa kayak Nekochan (temanku) >_< nggak bisa aktif dan comment terus >.< aku benar-benar iri dengannya yang punya wifi di rumah ._. Aku akan segera kembali kok >_< tiap hari ke warnet >_< huaaa >.<

Di kesempatan yang lain, aku bakalan nge-upload cerita fiksiku :3 dan bakal ngaku-ngaku lagi.. Semoga kalian nggak bosan ya dengan post dari blogku yang aneh ini >_<

Semangat guys!! Tanggal merah tetap semangatt!!!

See you next post :’)

Advertisements

40 thoughts on “Ultah sang Pancasila ☺️

  1. Belum semua orang mengamalkan nilai nilai Pancasila…
    Alasannya:
    1. Kebanyakan orang menganggapnya sepele
    2. Mereka hanya mengartikannya sebagai sebuah teori dari mata pelajaran PKn
    3. Bagaimana mereka bisa mengamalkannya kalau mereka selalu disibukan oleh rutininitas yang monoton?

    Jadi bagi yang menyadari betapa pentingnya pancasila, ada baiknya dimulai dari diri sendiri, setelah itu keluarga, lingkungan, bahkan sampai ke negara. Ini penting.

    Kita praktekan dan gunakan, sebab saya pikir sebuah kesuksesan ditentukan juga oleh sebuah ideologi. Mengapa kita tidak coba gunakan ideologi pancasila untuk meraih kesuksesan? Terbukti pancasila telah menyukseskan Indonesia, menjadi salah satu tonggak kemerdekaan Indonesia.

    Bangga menjadi bangsa Indonesia. Tetap berjuang, terus, sampai akhir khayat.\

    Dek, ada saran dari saya, di puisimu ada typo 😀
    Terjatuh ke dalam jurang yang gelap gurita… harusnya gelap gulita… kwkkwkw.. perbaiki ya kalau berkenan…

    N.B Kok di warnet? Gak di komputer sendiri?

    Liked by 1 person

  2. Pas masih sekolah aku hafal sejarah dan arti pancasila, tetapi nggak pernah benar-benar menghayati maknanya seperti ini.

    Kalau semua anak SMA punya pemikiran keren kayak gini, aku yakin Indonesia akan baik-baik saja.

    Tetep semangat ngeblog ya! Kalau perlu nebeng aja wifi-nya nekochan 😂

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s